Tersisa King Indo

Kawan seperjuangan, Nguyen pun harus pulang. Dengan linangan air mata, The Golden Warrior menyusul Gajah Putih dan Harimau Malaya. Bye Nguyen. Tersisa kawanmu sendirian, King Indo di semifinal. Mohon doanya agar kawanmu yang masih terbang di udara bisa hinggap di puncak menara Asia. King Indo, satu-satu wakil Asia Tenggara.

Siapa lawan kita? Uzbekistan usai membantai Arab Saudi 2-0 tadi malam. Negeri Asia Tengah ini layak bertemu Timnas. Asli, Saudi mainnya jelek bangat. Ada pemain dikartu merah wasit, udah gitu pemainnya macam preman. Kasar bangat mainnya. Gaya permainan Saudi seperti hilang. Sementara Uzbek sangat tenang. Over all, Uzbek memang layak menang dan berhak menantang King Indo.

Kemudian, lihat gaya main negara yang terkenal dengan Pilaf nya itu, uh..jadi ngiler wak, optimis Timnas bisa menang. Memang Uzbek bukan debutan, pernah juara Piala Asia. Timnas yang dalam mode menyala, bisa menundukkan Uzbek. Itu keyakinan saya.

Nasib sial menimpa sahabat kita, Vietnam. Disikat Irak 0-1 lewat titik putih. Satu pemainnya juga dikartu merah wasit. Bye Nguyen, jadi sedih. Soalnya, tak ada lagi kawan Asia Tenggara. Tersisa Garuda Muda. Di sini membuktikan, siapa sebenarnya raja Asteng. Walau ranking paling bawah, sekarang tengok, siapa kita….Indonesia.

Rasanya belum move on. Video kemenangan atas Korea Selatan masih saja diputar. Malaysia yang pernah menahan Korsel 3-3 di Piala Asia, selalu jadi andalan. Sekarang, bukan lagi seri, Korsel malah dipaksa angkat kaki dari Qatar. King Indo yang memupus mimpi Korsel bisa berlaga di olimpiade 9 kali berturut-turut. Bagi yang mau bertarung di Pilkada, jangan inferiority complex dulu mau melawan petahana, belajarlah dari Timnas. Tak ada satupun mengunggulkan, setiap survei selalu di bawah, begitu di lapangan, Australia, Yordania, Korsel pun dibantai. Mereka itu para raksasa Asia. Kecuali, Qatar, empet rasanya nyebut negara ini. Untungnya sudah diistirohatkan oleh cucu-cucu Sugiono. Thanks Jepang sudah membalasdendamkan Ivar Jenner dan Ramadan Sananta. Apa saja bisa terjadi di lapangan.

Tersisa satu langkah menuju partai puncak, harus menyingkirkan Uzbek, Senin (29/4/2024) pukul 21.00 WIB. Jangan lupa ni wak, siapkan kopi dan pisang goreng. Kita nobar satu kompleks.

Kemenangan atas Korsel masih belum hilang. Apalagi nanti bisa menang lawan Uzbek dan lolos ke final, wow se nusantara gegap gempita. Tiket ke olimpiade Paris sudah di depan mata. Bisa menyingkirkan negeri ginseng saja bisa menciotakan sejarah besar, apalagi bisa tembus ke final, sejarah emas terukir. Pencapaian tingkat dunia yang luar biasa. Saya yakin, Timnas satu-satunya yang bisa menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang berbeda ideologi, pilihan politik, agama, suku, golongan. Semua duduk manis sambil ngopi saat nonton bareng. Betul ndak wak?

#camanewak


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *