IBU
by Iwan Wientania
Ibu,
aku sudah mulai lelah
seperti dirimu dulu,
ketika menyuruhku belajar dan sekolah.
Ibu,
berbilang tahun sudah
sejak kepergianmu.
Banyak duka anakmu mengiringi langkah,
mengarungi kehidupan
yang ternyata tidak mudah.
Ibu,
ada banyak jalan rumit dan rintangan kulewati,
ada banyak kota acuh tak acuh kusinggahi.
Ada banyak cerita sedih dan tangis pilu kudengar,
menuntut sabar dan peduli
walau hati kadang gundah.
Ibu,
maafkan anakmu yang dulu nakal,
kadang bikin susah.
Hari ini pun nyaris tak ada yang bisa kuhadiahkan
kecuali untaian doa
di penghujung malam-malamku
untukmu, Ibu.
Kumohon,
kau bahagia
di alam baqamu.
(Depok, medio Desember 2024)











