Jeritan dari Pelosok Bengkayang: 81 Tahun Indonesia Merdeka, Dusun Melabo Belum Tersentuh Jalan Layak dan Listrik PLN

[POST KOTA] BENGKAYANG — Di saat pusat-pusat kota merayakan usia ke-81 Republik Indonesia dengan deretan gedung megah dan gemerlap cahaya, kegelapan dan jalan rusak masih setia menemani keseharian warga Dusun Melabo, Desa Setia Budi, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Senin (12/10/2026), suara ketimpangan itu kembali membumbung tinggi. Jarak 19 kilometer menuju Pasar Bengkayang terasa begitu menyiksa ketika musim hujan tiba. Jalan tanah yang licin dan berkubang menjadi benteng tebal yang mengisolasi potensi ekonomi warga.

“Sudah 81 tahun merdeka, tapi kami di sini seperti belum merasakan buah dari kemerdekaan itu. Jalan tak kunjung dibangun, listrik PLN pun tidak ada,” ujar Sudirman, warga Dusun Melabo.

Sudirman menilai, keterlambatan pembangunan di daerahnya sudah melampaui batas kewajaran. Ia mewakili jeritan hati ratusan kepala keluarga yang mendambakan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila.

Saking tingginya rasa haus akan perubahan, warga berharap pucuk pimpinan tertinggi negara bisa melihat langsung realita pahit di lapangan.

“Kami memohon kepada pemerintah di semua tingkatan, terutama Bapak Presiden, tolong luangkan waktu untuk turun langsung ke daerah-daerah tertinggal seperti Bengkayang. Lihatlah sendiri bagaimana kami berjuang menjalani hidup tanpa jalan yang layak dan tanpa penerangan,” pintanya.

Akses jalan dan listrik PLN adalah syarat mutlak untuk mengangkat martabat kehidupan masyarakat pedesaan. Masyarakat Dusun Melabo kini menanti respons cepat dari instansi terkait untuk segera melakukan peninjauan lokasi dan mengalokasikan anggaran pembangunan, agar senyum kemerdekaan tak lagi terasa asing bagi mereka. (Red)


Write a Reply or Comment