
[POST KOTA] MEMPAWAH — Ketegangan menyelimuti penanganan kasus dugaan pembakaran lahan yang melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Mempawah. Ketua Umum HMI Cabang Mempawah, Abdul Rohman, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa intimidasi dan teror via telepon dari dua orang nomor tak dikenal pada Senin dini hari sekitar pukul 01.29 WIB.
Kejadian tersebut berawal saat Abdul Rohman menerima panggilan telepon masuk karena khawatir terjadi hal darurat. Guna mengantisipasi situasi yang tak diinginkan, ia berinisiatif merekam seluruh isi percakapan tersebut.
Dugaan awal terbukti, telepon dari dua nomor misterius itu dipenuhi nada intimidasi dan kata-kata kasar. Dalam percakapan berdurasi pendek itu, para pelaku mengancam akan mendatangi kediaman Ketua Umum HMI Cabang Mempawah. Pelaku juga secara eksplisit menyebut nama oknum anggota DPRD Kabupaten Mempawah yang belakangan ini viral akibat unggahan video pembakaran lahan di media sosial.
Aksi teror ini diduga kuat merupakan imbas atas sikap tegas HMI Cabang Mempawah yang vokal mengecam aksi pembakaran lahan dan mendesak penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Merespons tekanan tersebut, HMI Cabang Mempawah mengecam keras aksi teror dan intimidasi tersebut. Pihaknya menegaskan tidak akan gentar dan siap menempuh jalur hukum resmi atas ancaman keselamatan yang diterima pimpinan organisasinya, serta terus mengawal kasus dugaan karhutla oleh oknum wakil rakyat tersebut.
HR











