Dua Pekerja Tersengat Listrik, Ketua DPRD Mempawah Desak Investigasi Vendor Proyek

[POSTKOTA] Mempawah – Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Barat untuk segera turun tangan menyelidiki insiden kecelakaan kerja yang menimpa dua pekerja proyek pemasangan tiang listrik di Jalan Al-Falah II, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, pada Kamis siang (17/7/2025).

Insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat pemasangan tiang listrik ketiga menggunakan crane milik vendor proyek, PT Sinar Candimulyo Abadi. Diduga, crane dan tiang beton yang diangkat menyentuh kabel listrik aktif, hingga menyebabkan Danang Wahyono (27), warga Desa Sungai Radak 1, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, tersengat aliran listrik. Rekannya, Sartono (25), yang berusaha menolong, turut menjadi korban sengatan.

Ketua DPRD: Harus Diinvestigasi Tuntas

Menanggapi kejadian tersebut, Safruddin Asra meminta agar Dinas Tenaga Kerja Provinsi tidak tinggal diam.

“Ini bukan kejadian kecil. Saya minta Dinas Tenaga Kerja melalui pengawasnya segera turun dan melakukan investigasi menyeluruh. Harus dipastikan apakah ada kelalaian atau pelanggaran standar keselamatan kerja di lapangan,” tegasnya saat dikonfirmasi, Minggu (20/7/2025).

Ia menekankan bahwa dalam pekerjaan berisiko tinggi seperti instalasi listrik, kepatuhan terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus menjadi prioritas.

“Jangan sampai hanya karena kelalaian teknis atau tidak patuh pada SOP, dua pekerja jadi korban. Jika terbukti ada pelanggaran, harus ada tindakan tegas terhadap pihak pelaksana,” ujarnya.

Vendor dan PLN Diminta Tidak Lempar Tanggung Jawab

Lebih lanjut, Safruddin meminta agar PLN dan pihak vendor proyek tidak saling melempar tanggung jawab atas insiden tersebut.

“PLN maupun vendor harus hadir memberikan pertanggungjawaban. Jangan lepas tangan. Kita bicara soal nyawa manusia. Kejadian ini harus jadi peringatan serius,” ucapnya.

Ketua DPRD menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses investigasi hingga tuntas dan transparan.

“Kami akan pantau terus. Ini bukan sekadar insiden proyek, ini soal keselamatan kerja yang tidak boleh dinegosiasikan,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak vendor maupun PLN terkait insiden tersebut.

Penulis: SA


Write a Reply or Comment