
Mempawah, Postkota Pontianak — Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Peristiwa ini memicu keprihatinan serius dari berbagai pihak, salah satunya Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Sabirin.
Sabirin menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut bukanlah kejadian baru. Hampir setiap tahun, Desa Pasir dan sekitarnya dilanda karhutla dengan pola yang berulang, namun hingga kini pelaku kebakaran belum juga tertangkap secara jelas.
“Kebakaran hutan ini hampir terjadi setiap tahun. Tapi pertanyaannya, kenapa pelakunya tidak pernah ditangkap? Selama tidak ada penegakan hukum yang tegas, karhutla akan terus berulang,” tegas Sabirin.
Ia mendesak aparat kepolisian untuk tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga melakukan penyelidikan serius guna mengungkap dan menangkap pelaku pembakaran hutan. Menurutnya, lemahnya penindakan hukum menjadi salah satu penyebab utama kebakaran terus terjadi.
Sabirin menilai bahwa pembiaran terhadap pelaku karhutla sama saja dengan membuka ruang kejahatan lingkungan secara terus-menerus. Dampak kebakaran hutan, kata dia, bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas ekonomi warga.
“Hukum harus ditegakkan. Jika pelaku ditangkap dan diproses secara transparan, ini akan menjadi efek jera. Kalau tidak, masyarakat akan terus menjadi korban setiap tahun,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait benar-benar serius menangani persoalan karhutla, bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa solusi akar masalah.
Jurnalis: Faisal











