
Mempawah, Postkota Pontianak – Suasana hangat menyelimuti Desa Sungai Duri 2, Kecamatan Sungai Kunyit, saat Kabupaten Mempawah mengikuti Panen Cabai Rawit Serentak KUPONWAH, sebuah kolaborasi ketahanan pangan antara Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, dan Kabupaten Mempawah. Meskipun digelar secara virtual, kegiatan ini tetap berjalan meriah dan penuh kebersamaan.
Di lokasi Mempawah, kegiatan panen turut dihadiri oleh Dandim 1201/Mempawah, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, perwakilan Kapolres Mempawah, serta jajaran instansi terkait yang datang untuk memberikan dukungan langsung kepada para petani. Kehadiran unsur Forkopimda ini membuat suasana panen terasa semakin semarak.
Dalam keterangannya, Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, S. E., M. Han., menegaskan bahwa KUPONWAH bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum bagi tiga daerah untuk bersama-sama memperkuat sektor ketahanan pangan.
“Panen serentak ini menunjukkan bahwa petani kita memiliki kekuatan besar. Kolaborasi KUPONWAH memberi pesan kuat bahwa ketahanan pangan adalah gerakan bersama yang harus terus kita rawat. Mempawah siap mendukung dan tumbuh bersama dua daerah lainnya,” ujar Dandim.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah Drs. H. Ismail. M. M. menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang lebih luas bagi para petani dalam pengembangan produksi cabai. Ia juga mengapresiasi semangat warga Sungai Duri 2 yang terus aktif dalam kegiatan pertanian.
Dari lahan panen, para petani tampak antusias memetik hasil cabai yang ditanam dengan pendampingan berbagai instansi. Walaupun koordinasi kegiatan dilakukan melalui jaringan virtual, pelaksanaan tetap berlangsung tertib dan kompak dengan sambungan langsung ke titik panen di daerah lain.
Panen cabai serentak KUPONWAH diharapkan menjadi dorongan bagi penguatan sektor pertanian di wilayah Kalimantan Barat, sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga cabai di pasaran. Semangat kebersamaan dari Sungai Duri 2 menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Penulis: Faisal











