
[POST KOTA] Mempawah – Babinsa Kelurahan Pulau Pedalaman Koramil 1201-03/Mempawah Hilir, Koptu Anom, menghadiri rapat sosialisasi revitalisasi penataan pembangunan Kawasan Cagar Budaya yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program revitalisasi kawasan cagar budaya yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia dengan nilai anggaran sebesar Rp19.295.465.753. Pembangunan direncanakan berlangsung selama kurang lebih empat bulan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ratu Keraton Amantubillah Ibu Ratu Kencana Arini Mariam, Camat Mempawah Timur Ummu Rahmawati, S.STP., beserta staf, Lurah Pulau Pedalaman Sigit Tri Wahyu Utomo, S.STP., M.A.P., beserta staf, Babinsa Pulau Pedalaman Koptu Anom, Bhabinkamtibmas Pulau Pedalaman Aipda Saryo, S.H., perwakilan PT Ramandika Mandiri Teguh, perwakilan Bappeda Kabupaten Mempawah Surya, serta para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Pulau Pedalaman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari Lurah Pulau Pedalaman, Camat Mempawah Timur, Ratu Keraton Amantubillah, perwakilan PT Ramandika Mandiri, pemaparan rencana pembangunan Kawasan Cagar Budaya, sesi diskusi, dan ditutup dengan doa.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa revitalisasi kawasan meliputi pembangunan satu unit gedung pusat oleh-oleh, pembangunan satu unit gedung panggung, serta rehabilitasi atap dan pengecoran halaman Masjid Jami’atul Khair di Kelurahan Pulau Pedalaman. Program ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian nilai sejarah dan budaya sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata budaya di Kabupaten Mempawah.
Babinsa Pulau Pedalaman Koptu Anom menyampaikan dukungannya terhadap program revitalisasi tersebut. Menurutnya, pembangunan kawasan cagar budaya tidak hanya bertujuan melestarikan warisan sejarah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
«”Kami dari Koramil 1201-03/Mempawah Hilir siap mendukung dan mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana. Diharapkan revitalisasi ini mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.»
Selama kegiatan berlangsung, peserta turut menyampaikan berbagai masukan dan harapan agar proses pembangunan memperhatikan aspek pelestarian budaya, kenyamanan masyarakat, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kegiatan rapat sosialisasi berakhir pada pukul 10.15 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
HR











