DUNIA TEMPAT MENINGGAL, AKHIRAT TEMPAT TINGGAL
by Iwan Wientania
Orang tua itu berjalan tertatih nyaris sempoyongan padahal yang dipikulnya hanya berapa bungkus kerupuk yang dijajakannya.
Bebannya bukan di kerupuk, tapi di usia renta dan kemiskinan. Kalau dia punya anak tentulah dia tanggung jawab anaknya.
Kalau tidak punya anak tentulah tanggung jawab saudaranya atau kerabat dekatnya. Kalau kedua-duanya tidak ada maka dia menjadi tanggung jawab negara.
Kalau dia wafat karena kemiskinannya, maka para pemimpin negara akan di tanya di akhirat apa saja yang mereka lakukan untuk rakyatnya.
Dunia memang tempat meninggal, sedangkan akhirat tempat tinggal. Dan dunia adalah satu-satunya jalan yang menentukan baik buruknya tempat tinggal.
– Awal Juni 2026











