
Mempawah, Postkota Pontianak – Kritik terhadap arah prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Mempawah kembali menguat setelah sebuah video viral yang direkam warga Desa Ansiap menampilkan kenyataan memilukan di pedalaman Kecamatan Sadaniang. Dalam rekaman tersebut, sejumlah murid sekolah dasar tampak harus menyebrangi sungai tanpa jembatan setiap pagi hanya untuk bisa berangkat sekolah.
Video itu direkam oleh warga setempat, narasumber utama yang mengaku terdorong membuat rekaman karena tidak tahan melihat anak-anak mempertaruhkan keselamatan demi mendapatkan pendidikan.
“Setiap hari begini, anak-anak nyebrang sungai dulu. Tidak ada jembatan,” ujarnya dalam video tersebut.
Dalam rekaman terlihat murid-murid kecil berseragam merah putih menuruni jalan tanah yang licin. Mereka kemudian masuk ke sungai dengan hati-hati, sebagian tanpa alas kaki, sambil mengangkat tas sekolah agar tidak basah. Arus sungai yang tampak tenang namun berpotensi membahayakan menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat desa masih jauh dari perhatian pemerintah.
Di sisi lain, publik masih memperbincangkan klarifikasi Bupati Mempawah, Erlina, terkait pembangunan pendopo yang menuai sorotan. Aktivis HMI menilai klarifikasi tersebut tidak boleh sekadar menjadi upaya meredam kritik. Menurut mereka, pemerintah daerah harus membuktikan keberpihakan pada kepentingan masyarakat kecil dibandingkan pada kenyamanan pejabat.
Kondisi di Desa Ansiap menjadi potret ketimpangan pembangunan di Kabupaten Mempawah. Selama bertahun-tahun, warga berharap adanya jembatan atau akses penyeberangan yang aman, namun hingga kini penantian itu belum membuahkan hasil. Anak-anak tetap harus berhadapan dengan risiko sungai setiap pagi hanya agar bisa belajar.
Kontras mencolok antara pembangunan fasilitas pejabat dan perjuangan anak-anak di pedalaman kembali menimbulkan pertanyaan mendasar: di mana letak prioritas pembangunan pemerintah? Bagaimana mungkin anggaran besar untuk fasilitas pejabat dapat dikucurkan, sementara akses pendidikan dasar di desa terpencil masih jauh dari layak?
Video ini menjadi pengingat kuat bahwa masyarakat di wilayah terpencil membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar klarifikasi. Mereka menunggu kehadiran pemerintah melalui pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Penulis: Faisal











