
Mempawah, Postkota Pontianak — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mempawah, Rahmat Effendi, M.M, menegaskan agar mahasiswa tidak terlalu bergantung pada penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses belajar dan pengembangan diri. Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Konferensi Cabang (Konfercab) dan Musyawarah Kohati Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mempawah.
Dalam sambutannya, Rahmat Effendi menyampaikan bahwa perkembangan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Namun, menurutnya, kemajuan tersebut harus disikapi secara bijak agar tidak melemahkan kemampuan berpikir kritis dan intelektualitas mahasiswa.
“Mahasiswa jangan sampai terlalu terpacu dan bergantung pada AI. Teknologi itu alat bantu, bukan pengganti proses berpikir,” tegasnya di hadapan peserta konferensi.
Ia juga menekankan pentingnya budaya membaca buku sebagai fondasi utama dalam membangun kapasitas keilmuan. Menurut Rahmat Effendi, buku tetap menjadi sumber pengetahuan yang tidak tergantikan dalam membentuk pola pikir yang mendalam, sistematis, dan berkarakter.
Selain itu, Rahmat Effendi menyoroti pentingnya transformasi dan perubahan di kalangan mahasiswa serta organisasi kemahasiswaan. Transformasi, kata dia, tidak sekadar mengikuti tren zaman, tetapi harus diarahkan pada upaya menggali dan mengembangkan potensi diri secara maksimal.
“Perubahan harus dimaknai sebagai proses penguatan kapasitas, bukan membuat kita terlena dengan kemudahan teknologi,” ujarnya.
Ia berharap Konferensi Cabang dan Musyawarah Kohati Cabang HMI Mempawah dapat menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kader dan pemimpin yang visioner, berintegritas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Penulis : Faisal











