Kesan Mendalam LSM Mempawah Berani di Mapolres Mempawah Ketika Ketegasan Hukum Berpadu dengan Kesejukan Al-Qur’an

[POST KOTA] MEMPAWAH — Ada suasana berbeda yang dirasakan Ketua LSM Mempawah Berani, Maman Suratman, saat melangkahkan kaki di Mapolres Mempawah pada Senin (21/9/2026). Niat awalnya sederhana: mendampingi seorang warga yang diduga menjadi korban penipuan demi mendapatkan kejelasan hukum. Namun, kunjungan tersebut justru memberikan pengalaman humanis yang berkesan mendalam.

Sejak awal kedatangan, Maman disambut hangat oleh Kabag Ops Polres Mempawah, AKP Erwin Simanjuntak. Tanpa birokrasi yang berbelit, AKP Erwin memfasilitasi Maman dan korban untuk bertemu langsung dengan Kapolres Mempawah yang saat itu tengah menyelesaikan pengarahan kepada warga.
Dengan penuh kesantunan, Kapolres menyapa dan mempersilakan mereka menunggu di ruang tamu. Suasana kaku yang kerap mengiringi penanganan perkara hukum seketika mencair saat jamuan cangkir kopi panas dan air putih disuguhkan.

Tak berselang lama, Kapolres bergabung dan duduk bersama. Maman membuka perbincangan dengan mengapresiasi keterbukaan pimpinan tertinggi Polres Mempawah tersebut yang bersedia meluangkan waktu di tengah kepadatannya.
Di situlah dialog bermakna dimulai. Maman memaparkan persoalan yang dialami warga pendampingannya.

Respons yang diberikan Kapolres dinilai Maman sangat menyejukkan: disampaikan dengan tutur kata lembut, sikap tenang, namun tetap memegang teguh prinsip penegakan hukum.
Tak sekadar menekankan tiga pilar hukum—kepastian, kemanfaatan, dan keadilan—Kapolres Mempawah juga menyelipkan pesan-pesan keagamaan. Beliau mengutip ayat Al-Qur’an mengenai pentingnya menjaga kesabaran dan mendirikan shalat dalam menghadapi ujian hidup.

Pendekatan spiritual itu pun menyentuh nurani Maman.
“Dalam hati saya berkata, luar biasa orang ini. Saya melihat sosok yang sangat tenang dan teduh. Ketika beliau berbicara tentang hukum lalu dilanjutkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an tentang sabar dan shalat, saya semakin terkesan,” tutur Maman.
Bagi Maman, pertemuan ini membuktikan bahwa penegakan hukum tak melulu soal ketegasan, tetapi juga membutuhkan ketenangan, kesabaran, serta rasa hormat terhadap masyarakat pencari keadilan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres memastikan keluhan korban akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
“Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya ingin persoalan warga ditangani sesuai koridor hukum. Kepastian proses adalah bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat,” tegas Maman.

Usai berdialog dengan Kapolres, Maman bersama korban diarahkan menuju ruang Unit Pidum Satreskrim Polres Mempawah. Di sana, Kanit Pidum beserta anggota menyambut mereka dengan baik untuk menindaklanjuti proses administratif dan hukum yang diperlukan.
Seluruh rangkaian proses berjalan lancar dan kondusif hingga akhir. Bagi Maman Suratman, pengalaman hari itu menjadi pengingat berharga: di balik mekanisme hukum yang kaku, ada sisi kepolisian yang siap melayani dengan hati.

 

HR


Write a Reply or Comment