[POSTKOTA] Pontianak, 28 Agustus 2025 – Ratusan mahasiswa Kalimantan Barat bersama masyarakat kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalbar pada Kamis, 28 Agustus 2025, setelah sehari sebelumnya aksi serupa berujung ricuh.
Pada aksi 27 Agustus 2025, massa tidak berhasil ditemui oleh perwakilan DPRD sehingga memicu bentrokan dengan aparat. Aparat menggunakan water cannon serta gas air mata yang diduga sudah kedaluwarsa, menyebabkan sejumlah mahasiswa luka-luka serta 15 mahasiswa ditangkap dan diamankan di Polresta Pontianak.

Namun, perjuangan mahasiswa pada 28 Agustus 2025 membuahkan hasil meskipun diwarnai sedikit ketegangan. Tiga anggota DPRD Kalbar, yakni Maskur (PAN), Muhijar (PAN), dan Neneng (Demokrat) akhirnya keluar menemui massa aksi untuk mendengarkan secara langsung aspirasi mahasiswa dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa berhasil menyampaikan serta membacakan ema, tuntutan utama dan berhasil mendapatkan tanda tangan dari anggota DPRD sebagai bentuk komitmen, yaitu:
- Pencabutan tunjangan DPR RI yang dinilai melambung tinggi di tengah kesulitan rakyat.
- Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai langkah nyata pemberantasan korupsi yang hingga kini belum tuntas.
- Kenaikan gaji guru dan dosen, yang dianggap masih jauh dari keadilan bagi tenaga pendidik sebagai pilar bangsa.
- Pembangunan infrastruktur yang merata di Kalimantan Barat bukan hanya untuk satu daerah kabupaten
- Penyelesaian persoalan PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) di Kalimantan Barat yang merusak lingkungan dan merampas ruang hidup masyarakat.
- Penghentian sikap represif aparat, yang dinilai menggerus nilai demokrasi dan sering kali merugikan rakyat.
Komitmen DPRD
“Kami bertiga hadir menerima mahasiswa yang datang hari ini. Kami tidak pernah menolak aksi demo, justru kami senang mendengar aspirasi dari siapapun, karena tugas dan fungsi kami memang harus mendengar apapun yang menjadi problem di Kalimantan Barat. Ada Pak Maskur dari PAN, Pak Muhijar dari PAN, dan saya sendiri dari Fraksi Demokrat. Kami sepakat bersama DPRD mendukung aksi mahasiswa hari ini,” ujar Neneng, anggota DPRD Kalbar dari Fraksi Partai Demokrat, Dapil Singkawang–Bengkayang.
Dalam wawancara dengan tim media, Neneng menambahkan:
“Mungkin kalau masalah yang disampaikan tadi, tentu secepatnya akan kami teruskan. Secepatnya kami sampaikan kepada Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, dan kemudian diteruskan ke DPR RI,” jelasnya.
Penutup
Aksi ini menandai semangat mahasiswa dan masyarakat Kalbar dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta menjaga marwah demokrasi.
Mari tetap kita kawal setiap janji yang telah mereka ucapkan. Jangan biarkan berhenti hanya di atas tanda tangan dan kata-kata. Janji adalah komitmen politik yang wajib diwujudkan dalam kebijakan nyata. Jika mereka ingkar, mahasiswa dan rakyatlah yang akan kembali berdiri di barisan depan untuk menagih pertanggungjawaban.

TIM JURNALIS











