Tinggal di Rumah Atap Bolong, Nenek Nursiti (68) di Mempawah Luput dari Bantuan Pemerintah

 

 

 

MEMPAWAH, Poskota Pontianak – Kondisi tempat tinggal Nenek Nursiti (68), warga Kelurahan Antibar, Kecamatan Mempawah, kini menjadi sorotan publik setelah video yang merekam keadaan rumahnya beredar luas di media sosial.

Wanita lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai petani sekaligus mengurus rumah tangga itu harus bertahan di hunian sangat tidak layak yang mengancam keselamatan jiwanya.

Berdasarkan rekaman warga RT 29 RW 09, Jalan Pangkalan, Gang Daruniah, struktur rumah Nenek Nursiti terbuat dari material kayu dan papan yang sudah lapuk.

Bagian paling memprihatinkan terlihat pada atap rumah yang penuh lubang dan celah besar, membuat sinar matahari langsung menembus ke dalam ruangan. Kondisi ini membuat rumah tersebut sangat rentan terhadap hujan dan cuaca ekstrem.

Di tengah keterbatasan itu, Nenek Nursiti tampak beristirahat di lantai kayu, menjadi potret nyata dari kehidupan ekonomi yang serba terbatas.

Kritik Sosial Disuarakan Lewat Rekaman

Video dokumentasi warga tidak hanya menampilkan kondisi fisik rumah, tetapi juga memuat kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Video tersebut disisipi musik berlirik satir yang menyinggung wakil rakyat yang dianggap lalai menjalankan amanah dan lebih sibuk mengejar kepentingan pribadi.

“Kami tahu ada program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau RTLH dari pemerintah. Tapi mengapa Nenek Nursiti, seorang lansia dengan rumah hampir roboh, seolah tidak terlihat dan tidak tersentuh? Ini tamparan keras bagi kami di Antibar,” ujar seorang warga yang menginisiasi dokumentasi itu.

Desakan Evaluasi Pendataan Bantuan

Data kependudukan Nenek Nursiti, kelahiran 1955, seharusnya menempatkannya sebagai prioritas penerima bantuan sosial dan perumahan layak huni.

Namun faktanya, ia belum pernah mendapat intervensi maupun bantuan apa pun dari pemerintah, menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam pendataan dan verifikasi di tingkat kelurahan hingga dinas terkait.

Warga mendesak Bupati Mempawah beserta jajaran, khususnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Sosial, untuk segera melakukan intervensi darurat.

Langkah cepat diperlukan agar kerusakan rumah Nenek Nursiti tidak semakin parah dan membahayakan keselamatannya.

Penulis: HR

 


Write a Reply or Comment