Usai Tampil di Bermukun Se-Borneo dan Raih Juara II Pantun, Cek zoul Berharap Pemkab Mempawah Lebih Peduli

[POST KOTA] MEMPAWAH — Muhammad Julkarnain, yang akrab disapa Cek Zoul, terus menunjukkan kiprahnya dalam melestarikan seni dan budaya Melayu. Setelah mengikuti kegiatan Bermukun Se-Borneo 2026 yang melibatkan pelaku budaya dari tiga negara, ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara II dalam lomba berpantun di Rumah Radakng, Pontianak.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Cek Zoul dalam memperkenalkan seni tradisi Melayu sekaligus membawa nama Kabupaten Mempawah melalui kegiatan kebudayaan.

Bermukun Se-Borneo 2026 mempertemukan pelaku seni dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu, khususnya tradisi bermukun yang memadukan pantun, nyanyian, dan iringan musik tradisional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan Bermukun Se-Borneo 2026 berlangsung di Auditorium RRI Yogyakarta pada 1 Oktober 2026.

Lima Hari Kemudian, Raih Juara II Lomba Pantun

Semangat Cek Zoul dalam menekuni seni bertutur berlanjut lima hari setelah mengikuti kegiatan Bermukun Se-Borneo 2026.

Ia kemudian mengikuti lomba berpantun di Rumah Radakng, Pontianak, dan berhasil meraih juara II.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Cek Zoul dalam menekuni seni tradisi Melayu. Pantun tidak hanya membutuhkan kemampuan merangkai kata, tetapi juga ketepatan dalam menyampaikan pesan, menjaga irama, dan menggunakan bahasa yang santun.

Keikutsertaannya dalam kegiatan kebudayaan lintas negara dan perlombaan pantun juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni tradisi kepada masyarakat yang lebih luas.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan pelaku seni yang konsisten menekuni budaya lokal menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga warisan tradisi agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Cek Zoul: Kami Sudah Membawa Nama Kabupaten ke Mancanegara

Bagi Cek Zoul, keterlibatannya dalam kegiatan kebudayaan bukan sekadar kesempatan untuk tampil, melainkan juga upaya memperkenalkan daerah melalui seni tradisi.

Ia berharap kiprahnya bersama para pelaku seni lainnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pembinaan dan dukungan terhadap kegiatan kebudayaan.

Dalam keterangannya, Cek Zoul menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Mempawah lebih peduli terhadap pelaku seni yang telah berupaya membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

“Kami sudah membawa nama Kabupaten Mempawah ke mancanegara. Harapan kami, pemerintah daerah bisa lebih peduli dan memberikan perhatian kepada para pelaku seni,” demikian inti harapan Cek Zoul berdasarkan keterangan yang disampaikan.

Menurutnya, perhatian terhadap pelaku seni penting agar mereka dapat terus berkarya, mengembangkan kemampuan, serta mengikuti berbagai kegiatan yang dapat memperkenalkan budaya daerah.

Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya berupa apresiasi atas prestasi yang diraih, tetapi juga diwujudkan melalui pembinaan, fasilitasi, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Harapan Cek Zoul juga menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan dukungan berkelanjutan. Para pelaku seni tidak hanya membutuhkan ruang untuk tampil, tetapi juga kesempatan untuk berkembang dan menjaga tradisi agar tetap hidup.

Kabupaten Mempawah memiliki kekayaan budaya Melayu yang menjadi bagian dari identitas daerah. Potensi tersebut dapat terus diperkenalkan melalui keterlibatan seniman dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

Karena itu, dukungan pemerintah daerah, komunitas budaya, dan masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan untuk memperkuat pembinaan serta membuka lebih banyak peluang bagi seniman lokal.

Bagi Cek Zoul, membawa nama daerah melalui seni dan budaya merupakan salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan oleh pelaku seni. Ia berharap upaya tersebut mendapat perhatian yang sepadan sehingga seniman Mempawah semakin bersemangat untuk berkarya dan memperkenalkan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.

Jurnalis: Hartono

POST KOTA PONTIANAK
www.postkotapontianak.com


Write a Reply or Comment