SEPERTI DULU

By Iwan Wientania

 

Seperti dulu,

kala sinar rembulan jatuh ke sungai di taman itu,

lalu membawa kenangan hanyut di riak gelombang,

mengalir ke muara, kemudian tenggelam

dalam bilangan tahun yang telah berlalu.

Seperti dulu,

aku terpaku memandang bayangmu

yang kemudian menghilang,

hingga kutak tahu harus mencari ke mana

di antara ribuan penghuni kota

yang kian sibuk dengan urusannya.

Seperti dulu,

kulihat bayangmu di bawah siraman sinar rembulan,

di antara rimbunan kenangan,

dalam alunan simfoni kerinduan

di malam-malam penuh doa,

sambil menyusuri jalan

yang pernah kita lalui bersama

dengan langkah yang kian menua.

 

(Depok, akhir Desember 2021)


Write a Reply or Comment