
[POST KOTA] Jakarta – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI mengalami pelemahan pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Pergerakan saham tersebut terjadi di tengah munculnya polemik terkait rekening seorang warga Pati yang disebut berkaitan dengan pengumpulan dana atau donasi.
Saham Bank Mandiri pada sesi pertama perdagangan turun sekitar 0,71 persen ke level Rp4.190 per saham. Sebelumnya, saham BMRI ditutup pada level Rp4.220 per saham. Pada sesi berikutnya, saham BMRI kembali melemah hingga sekitar Rp4.180 per saham.
Polemik bermula dari rekening milik Supriyono, warga Pati sekaligus koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Rekening tersebut disebut digunakan untuk menerima dana donasi dengan nilai sekitar Rp80,9 juta.
Bank Mandiri menjelaskan bahwa tindakan terhadap rekening tersebut dilakukan berdasarkan permintaan aparat penegak hukum dan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun, Polda Metro Jaya kemudian memberikan klarifikasi bahwa permintaan penyidik bukan berupa pemblokiran rekening, melainkan penundaan transaksi untuk kepentingan penyelidikan terhadap aliran dana.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menyatakan bahwa pihaknya tidak melakukan penghentian transaksi terhadap rekening tersebut.
Polemik tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan turut memberikan sentimen terhadap saham Bank Mandiri. Meski demikian, pelemahan saham BMRI tidak dapat secara langsung disimpulkan hanya disebabkan oleh kasus rekening warga Pati karena pergerakan harga saham juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kondisi pasar, sentimen investor, dan kondisi ekonomi.
Kasus ini masih menjadi perhatian publik, terutama terkait proses penundaan transaksi rekening dan bagaimana bank menjalankan prosedur ketika menerima permintaan dari aparat penegak hukum.
Jurnalis: Faisal











