Kades Setia Budi Desak Pemerintah Perhatikan Jalan Melabo dan Akses Listrik yang Belum Tersedia

[POST KOTA] BENGKAYANG, KALIMANTAN BARAT — Kepala Desa Setia Budi, Tabrani, meminta pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan dan belum tersedianya penerangan listrik PLN di Dusun Melabo, Desa Setia Budi, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.Senen 12/10/2026.

Tabrani mengatakan, kondisi tersebut telah lama menjadi persoalan bagi masyarakat. Padahal, jalan di Dusun Melabo merupakan akses jalan kabupaten yang sangat dibutuhkan warga, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan mengangkut hasil pertanian.

Saat diwawancarai awak media, Tabrani berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat mendapatkan akses jalan yang layak.

Menurutnya, masyarakat Dusun Melabo memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Warga setempat menghasilkan jagung, padi, dan buah kemiri. Bahkan, produksi jagung di dusun tersebut dapat mencapai 700 hingga 800 kilogram per hari, bahkan sekitar satu ton dalam kondisi tertentu.

“Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami dari pemerintah desa berharap kepada pemerintah agar bisa membantu membangun jalan di Dusun Melabo. Kami memohon kepada pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar memperhatikan kondisi masyarakat kami,” ujar Tabrani.

Ia menjelaskan, Dusun Melabo dihuni lebih dari 100 kepala keluarga (KK) yang bergantung pada akses jalan tersebut untuk mendukung kegiatan ekonomi dan mobilitas warga.

Selain Melabo, kondisi jalan juga berdampak terhadap masyarakat Dusun Sungai Ubah. Tabrani menyebutkan, sekitar 60 persen lahan warga Sungai Ubah berada di wilayah yang aksesnya berkaitan dengan jalan tersebut. Akibatnya, warga kerap melewati jalan yang kondisinya kurang memadai.

Warga Terpaksa Patungan Sewa Alat Berat

Tabrani juga menyoroti kondisi jalan menuju Dusun Selabih yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Semangat, dengan jarak sekitar empat kilometer.

Saat musim hujan, jalan itu sulit dilalui karena licin dan kondisinya memprihatinkan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, masyarakat bahkan terpaksa mengumpulkan uang secara swadaya guna menyewa alat berat jenis ekskavator untuk memperbaiki jalan.

Namun, upaya itu belum memberikan hasil maksimal. Jalan masih licin dan sulit dilalui ketika hujan turun.

Menurut Tabrani, masyarakat Dusun Melabo juga berencana melakukan hal serupa dengan mengumpulkan dana seadanya untuk menyewa alat berat demi memperbaiki akses jalan mereka.

Ia menyayangkan kondisi tersebut karena masyarakat harus mengeluarkan biaya sendiri untuk menangani persoalan infrastruktur yang sangat dibutuhkan.

“Kasihan masyarakat kami. Mereka sudah berusaha mengumpulkan uang seadanya untuk memperbaiki jalan karena ingin memiliki akses jalan yang bagus. Kami sangat berharap pemerintah bisa memberikan perhatian dan membantu masyarakat,” ungkapnya.

Berharap Pemerintah Segera Bertindak

Tabrani menegaskan, persoalan infrastruktur di Desa Setia Budi tidak hanya menyangkut Dusun Melabo. Menurutnya, terdapat sejumlah dusun yang membutuhkan perhatian, termasuk perbaikan akses jalan untuk menunjang kehidupan masyarakat.

Di Desa Setia Budi sendiri terdapat tiga dusun dan 12 rukun tetangga (RT), sedangkan Dusun Melabo memiliki empat RT.

Selain persoalan jalan, ia juga menyoroti belum tersedianya penerangan listrik PLN di Dusun Melabo. Kondisi tersebut menambah tantangan yang harus dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan menyusun langkah penyelesaian yang nyata, baik untuk pembangunan jalan maupun pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.

Tabrani berharap masyarakat Dusun Melabo dan dusun-dusun lainnya di Desa Setia Budi tidak terus-menerus menghadapi keterbatasan infrastruktur, terutama ketika akses jalan sangat menentukan kelancaran perekonomian warga.

“Kami memohon dengan sangat kepada pemerintah agar memperhatikan jalan kami. Sampai kapan masyarakat harus menikmati kondisi jalan yang rusak seperti ini? Kami berharap ada perhatian dan bantuan nyata agar masyarakat bisa menikmati jalan yang layak,” tutupnya.

Penulis: Rds


Write a Reply or Comment