
TAK PUNYA APA-APA
by Iwan Wientania
Apa yang kita punya adalah milik Allah. Apa yang kita bisa adalah atas pertolongan Allah. Apa yang ada pada diri kita, sesuatu yang paling bernilai sekalipun seperti ilmu adalah dari Allah. Sebab organ terpenting di tubuh kita, apa yang ada di balik dada dan di dalam batok kepala kita, bahkan seluruh diri kita, semuanya berasal dari Allah.
Maka sesungguhnya, kita tak punya apa-apa.
Oleh karena itu, kita tak layak atau tak punya hak untuk sombong, apa pun gelar dan kedudukan kita.
Bangga atas pencapaian yang kita raih, baik dalam ilmu, kedudukan, maupun kekayaan boleh saja, tetapi dalam kadar tertentu dan dalam batas yang disebut manusiawi. Lebih dari itu dapat menyeret kita pada kesombongan.
Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman: “Kesombongan adalah selimut-Ku. Barang siapa yang mengambil (memakai) selimut-Ku, akan Kucampakkan ke dalam Jahannam.”
Ketika seseorang mengatakan dirinya atau kelompoknya paling baik sehingga menganggap orang lain yang bukan dari kelompoknya tidak baik hingga enggan mengucap salam dan enggan berwajah manis, itu lebih dari sekadar sombong. Itu sudah mengidap sindrom merasa paling baik.
Sikap demikian adalah sikap yang melampaui batas kemakhlukan, dan harus dihindari.
(Depok, awal November 2025)











