[POSTKOTA] Mempawah, 1 Juli 2025 – PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), perusahaan pengolahan bauksit menjadi alumina yang berlokasi di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah pernyataan keras dari pejabat internalnya terkait media lokal.
Sebagaimana diketahui, beberapa bulan lalu PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menerima pengiriman perdana sebanyak 21.000 ton alumina dari PT BAI Mempawah. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul dugaan bahwa alumina yang dikirim tersebut bukan merupakan hasil produksi mandiri dari fasilitas pengolahan PT BAI.
Saat dimintai konfirmasi oleh Media Post Kota Pontianak terkait dugaan tersebut, Wira Sembiring selaku Asisten Manager External Relations (ER) dan Corporate Social Responsibility (CSR) PT BAI Mempawah enggan memberikan tanggapan. Ia bahkan menyatakan bahwa Media Post Kota Pontianak bukan merupakan media resmi dan memilih menutup komunikasi secara sepihak.
“Situ juga bukan media resmi, nggak usah hubungi saya kalau tidak resmi,” ujarnya melalui pesan singkat.
Lebih lanjut, ia menambahkan pernyataan yang bernada kurang kooperatif:
“Dah ah capek, nggak resmi juga, cari bahan doang.”
Sikap tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi publik oleh perusahaan strategis seperti PT BAI, terlebih lagi dalam konteks isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT BAI pusat maupun klarifikasi lanjutan mengenai sumber alumina dalam pengiriman perdana tersebut.
HR











