Diduga Cemari Udara, Asap Pabrik PT BAI Ancam Kesehatan Warga di Mempawah

Mempawah, Postkotapontianak.com – Asap tebal yang berasal dari Pabrik PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di RT 008/RW 003, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, diduga menjadi penyebab utama pencemaran udara yang mengancam kesehatan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Pada Rabu malam (2/4/2025), sejumlah warga menyampaikan kepada media bahwa beberapa penduduk mengalami gangguan kesehatan yang diduga dipicu oleh polusi udara dari aktivitas industri pabrik tersebut.

Menanggapi laporan warga, seorang aktivis bernama Maman Suratman turut menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak humas PT BAI agar segera ditindaklanjuti. Keesokan harinya, Kamis (3/4/2025), Maman menginformasikan bahwa tim kesehatan dan humas PT BAI telah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.

Namun, tanggapan dari humas PT BAI, Gusti Rama, cukup mengagetkan. Dalam pesan WhatsApp yang diteruskan oleh Maman, Gusti mempertanyakan apakah nama-nama warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan benar-benar tinggal di wilayah RT 008, karena menurut ketua RT setempat, mereka bukan bagian dari warganya.

Salah seorang warga, Natalia (35), saat dikonfirmasi media pada Kamis sore, membantah pernyataan tersebut. Ia menyatakan bahwa anak-anaknya dan beberapa anak dari tetangganya mengalami sesak napas, batuk, bahkan muntah darah. Natalia menyayangkan pernyataan ketua RT yang terkesan mengabaikan kondisi warganya.

Informasi dari beberapa sumber lain menyebutkan bahwa asap dari pabrik masuk hingga ke rumah warga dan menimbulkan dampak serius pada kesehatan, terutama bagi anak-anak. Kasus ini menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan masyarakat sekitar pabrik.

Pada Jumat (4/4/2025), humas PT BAI kembali memberikan keterangan via WhatsApp. Gusti Rama menyebutkan bahwa pihaknya bersama ketua RT telah mengecek langsung ke rumah warga. Menurutnya, ada kemungkinan batuk yang dialami anak-anak berasal dari penularan dalam rumah, serta dipengaruhi faktor cuaca yang panas.

Meski begitu, sikap humas dan tim kesehatan PT BAI dinilai oleh sebagian pihak terkesan tidak transparan dan diduga berusaha menutupi fakta di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, media masih terus menggali informasi lebih lanjut mengenai dampak pencemaran tersebut.

 

HAR


Write a Reply or Comment