
Mempawah, Postkota Pontianak – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah menegaskan pentingnya peran media massa untuk tetap menghormati martabat pesantren serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dalam setiap pemberitaan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Umum HMI Cabang Mempawah, Faisal Maulana, menanggapi tayangan salah satu stasiun televisi nasional yang dinilai melecehkan kalangan pesantren dan ulama.
“Kami mengecam segala bentuk tayangan atau pemberitaan yang mencederai kehormatan pesantren, kiai, dan santri. Media harus menjadi sarana pencerahan, bukan alat yang menyinggung nilai-nilai keagamaan,” tegas Faisal Maulana dalam keterangan resminya di Mempawah, Minggu (20/10).
Faisal menilai, pesantren memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi bangsa yang berakhlak dan berilmu. Karena itu, media massa diharapkan dapat menempatkan diri secara bijak dalam menyampaikan informasi tanpa melanggar etika dan moral masyarakat.
“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga penjaga moral bangsa. Menghina pesantren sama dengan melecehkan akar budaya dan spiritual masyarakat Indonesia,” ujarnya.
HMI Cabang Mempawah juga mengingatkan seluruh media untuk menaati Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menegaskan bahwa pers wajib menghormati norma agama serta nilai-nilai sosial dan budaya bangsa.
Faisal meminta agar pihak stasiun televisi yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo serta masyarakat pesantren di seluruh Indonesia.
“Kami juga mendesak Dewan Pers untuk menegakkan etika jurnalistik, agar kejadian seperti ini tidak terulang. Media harus mengutamakan tanggung jawab moral, bukan sekadar mengejar rating atau sensasi,” tambahnya.
HMI Cabang Mempawah menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah pesantren dan memperjuangkan nilai-nilai keislaman yang berlandaskan kemanusiaan dan keadilan sosial.
Penulis: HR











