INGAT MASA LALU
Oleh: Iwan Wientania
Bila tiba bulan Agustus, aku ingat masa lalu.
Ingat lagu lama.
Ingat senandung rindu.
Juga ingat senandung pilu.
Pasca Proklamasi, kakak perempuanku sering menyanyikan lagu-lagu populer kala itu.
Di antaranya karya Ismail Marzuki, seperti: _“Juwita Malam”, “Melati di Tapal Batas”, “Aryati”, “Rindu Lukisan”, “Sepasang Mata Bola”, “Di Wajahmu Kulihat Bulan”_, dan lagu _“Bunga Anggrek”_ yang kusukai, walau terasa sendu dan memilu.
Aku yang lahir pasca Proklamasi, sangat merasakan nuansa euforia kemerdekaan.
Dan juga di mana cinta berbunga-bunga…
Karena sebelumnya, cinta dan rindu para pejuang terjalin di balik tirai adat dan budaya yang malu-malu.
Sekarang, setelah delapan puluh satu tahun Proklamasi Kemerdekaan, tiada lagi bekas euforia dan cinta yang malu-malu.
Yang ada adalah budaya tidak tahu malu, di mana manipulasi, korupsi, dan eksploitasi merajalela.
Kadang kucoba mencari nuansa itu, nuansa lama, namun tak kutemui.
Maka dengan mendengarkan lagu-lagu karya Ismail Marzuki, aku berharap dapat mengenang kembali nuansa cinta dan ketulusan masa itu.
Agustus 2026











