Mempawah, Postkota Pontianak – Insiden pembacokan yang menewaskan seorang pria dan melukai satu lainnya di Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, pada Jumat (14/11), diduga dipicu dendam lama antara pelaku dan para korban.
Korban tewas bernama Tjang Mo Liang (60), sementara Hery Firmansyah (43) mengalami luka berat. Keduanya merupakan warga Sungai Raya, Kubu Raya. Pelaku berinisial SBI (38), yang juga tinggal cukup lama di wilayah tersebut, saat ini masih dalam pengejaran polisi.
Informasi dari warga menyebutkan bahwa pelaku dan korban sebelumnya terlibat perselisihan terkait aktivitas di area pabrik pengolahan gula merah. Konflik tersebut disebut-sebut telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.
“Memang ada masalah sebelumnya. Mungkin sudah lama dipendam, jadi meledak hari itu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Cekcok pada hari kejadian terkait sepeda motor dan akses masuk ke area pabrik diduga menjadi pemicu terakhir. Pelaku yang emosi kemudian mengejar kedua korban hingga ke Jalan Raya depan SDN 11 Jongkat, Desa Peniti Luar, sebelum membacok mereka secara membabi buta menggunakan parang.
Akibat serangan tersebut, Tjang Mo Liang meninggal di tempat, sementara Hery Firmansyah mengalami luka parah dan kini menjalani perawatan intensif.
Pihak Polres Mempawah bersama Polsek Jongkat masih memburu pelaku dan mendalami kemungkinan adanya motif dendam pribadi di balik aksi brutal tersebut.
“Semua kemungkinan kami dalami, termasuk adanya konflik atau dendam sebelumnya,” ungkap seorang petugas kepolisian di lokasi kejadian.
Peristiwa ini membuat warga sekitar terkejut. Mereka berharap pelaku segera menyerahkan diri sehingga proses hukum dapat berjalan cepat dan tuntas.
Penulis: Faisal











