
[POST KOTA] Mempawah — Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Mempawah. Sinergitas antara TNI dan unsur penanggulangan Karhutla kembali diperkuat untuk memastikan setiap titik api dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Selasa (25/8/2026), personel Koramil 1201-04/Sungai Kunyit bersama Manggala Agni PT BAI dan Manggala Agni PT Modern bergerak melakukan penanganan titik api di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.
Sebanyak 9 personel Koramil 1201-04/Sungai Kunyit, 8 personel Manggala Agni PT BAI, dan 2 personel Manggala Agni PT Modern terlibat dalam kegiatan tersebut.
Penanganan dilakukan dengan pemadaman dan pendinginan di sekitar lokasi guna mencegah api kembali menyala maupun merambat ke area lainnya. Personel juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan setelah proses pemadaman.
Danramil 1201-04/Sungai Kunyit Kapten Czi Kiki Gunawan menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh dilakukan secara sesaat, tetapi harus terus dilakukan selama masih terdapat potensi munculnya titik api.
«“Kami bersama unsur terkait tidak akan berhenti melakukan penanganan. Begitu ada titik api, kami langsung bergerak untuk melakukan pemadaman dan memastikan api benar-benar terkendali. Sinergitas di lapangan seperti ini sangat penting agar api tidak berkembang dan meluas,” ujar Kapten Czi Kiki Gunawan.»
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api.
«“Pencegahan menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Segera laporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.»
Sinergitas antara Koramil dan unsur penanggulangan Karhutla tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga wilayah Kecamatan Sungai Kunyit tetap aman dari ancaman kebakaran.
Pantang berhenti, pantang memberi ruang bagi api untuk kembali membesar. Dengan respons cepat, sinergitas dan kepedulian masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat ditekan sedini mungkin.
HR











