Bupati Sambas Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Sukseskan Ekspedisi Merah Putih 2026 di Perbatasan Temajuk

[POST KOTA] SAMBAS – Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menyukseskan Ekspedisi Merah Putih 2026, sebuah gerakan kebangsaan yang akan digelar pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Agenda yang diinisiasi Rumah Jurnalis tersebut mengusung misi memperkuat nasionalisme melalui pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih di wilayah perbatasan sebagai simbol kedaulatan negara, persatuan bangsa, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam keterangannya, Satono menegaskan bahwa Ekspedisi Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan kolektif untuk membangkitkan semangat kebangsaan di beranda terdepan Indonesia.

“Ekspedisi ini bukan sekadar ekspedisi biasa. Ini adalah gerakan kebangsaan yang mengajak kita semua meneguhkan kecintaan kepada tanah air melalui pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih di kawasan perbatasan Sambas, Indonesia-Malaysia,” ujar Satono.

Ia mengundang seluruh komponen masyarakat, mulai dari komunitas otomotif, instansi pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, hingga relawan untuk berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Satono, keterlibatan seluruh elemen bangsa menjadi kunci menjadikan Ekspedisi Merah Putih sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkokoh persatuan nasional, serta menegaskan kehadiran negara di kawasan perbatasan yang merupakan beranda depan Indonesia.

Selain menjadi ajang penguatan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkenalkan potensi strategis Desa Temajuk sebagai kawasan perbatasan, destinasi wisata, sekaligus wajah Indonesia di mata negara tetangga.

Ekspedisi Merah Putih 2026 diharapkan menjadi simbol nyata semangat gotong royong, patriotisme, dan komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan NKRI, sekaligus menegaskan bahwa wilayah perbatasan bukan halaman belakang, melainkan garda terdepan Indonesia.


Write a Reply or Comment