Api Padam, Penanganan Belum Usai: Kodim 1201/Mempawah Intensifkan Pendinginan Pascakarhutla

[POST KOTA] MEMPAWAH — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dipadamkan. Kodim 1201/Mempawah bersama unsur terkait terus melakukan pembasahan dan pendinginan pada lokasi yang sebelumnya terbakar guna memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascakebakaran, terutama pada wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu menunjukkan bahwa kondisi lahan benar-benar aman, karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika kondisi mendukung.

Dandim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, S.E., M.Han., mengatakan bahwa pendinginan dilakukan sebagai upaya memastikan lokasi yang telah terbakar benar-benar dalam kondisi aman.

“Setelah api berhasil dipadamkan, kita tidak langsung meninggalkan lokasi. Kita tetap melakukan pembasahan dan pendinginan, khususnya pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap atau berpotensi menyimpan bara,” ujar Dandim.

Menurutnya, proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar titik-titik yang masih panas maupun mengeluarkan asap. Air dialirkan ke area yang terbakar untuk menurunkan suhu lahan sekaligus mencegah bara kembali berkembang menjadi titik api.

“Ini penting, karena sebagian lokasi merupakan lahan gambut. Bara bisa berada di bawah permukaan dan tidak selalu terlihat. Kalau tidak dilakukan pendinginan secara maksimal, ada kemungkinan api kembali muncul,” jelasnya.

Untuk mendukung proses tersebut, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting. Kodim 1201/Mempawah juga melakukan upaya penyediaan sumber air melalui pembuatan sumur bor di lokasi yang membutuhkan, sehingga air dapat dimanfaatkan untuk pemadaman sekaligus pembasahan dan pendinginan pasca-Karhutla.

Selain melakukan pendinginan, personel juga terus memantau kondisi lokasi untuk memastikan tidak terdapat asap maupun tanda-tanda munculnya kembali titik api. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan bara yang kembali aktif.

Dandim menegaskan bahwa penurunan hotspot dan fire spot di wilayah Kabupaten Mempawah tidak boleh membuat semua pihak lengah.

“Situasi Karhutla saat ini relatif terkendali dan hotspot maupun fire spot sudah mengalami penurunan. Tetapi kita tidak boleh lengah. Selama masih ada lahan yang kering dan titik-titik bekas terbakar yang berpotensi menyimpan bara, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kondisi lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.

“Kita ingin memastikan bukan hanya apinya yang padam, tetapi lokasinya benar-benar aman dan tidak kembali terbakar. Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

 

HR


Write a Reply or Comment