
Kubu Raya, Postkota Pontianak — Informasi terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di SPBU Lintang Batang, Kabupaten Kubu Raya, kembali beredar di media sosial. Informasi tersebut mengacu pada unggahan akun Instagram kucinghitam.kalimantan yang menyoroti kembali kasus lama di wilayah tersebut.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa SPBU Lintang Batang diduga menjadi titik rawan praktik penyalahgunaan solar subsidi. Indikasi yang disorot antara lain antrean yang dinilai tidak wajar serta distribusi yang dianggap mencurigakan.
Unggahan itu juga mengangkat kembali kisah seorang wartawan lokal yang sebelumnya memberitakan dugaan tersebut. Disebutkan, wartawan tersebut sempat menerima tekanan dan ancaman dari pihak yang tidak dikenal sebelum akhirnya meninggal dunia.
Namun demikian, dalam informasi yang beredar juga ditegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti resmi yang secara hukum mengaitkan dugaan praktik tersebut, termasuk keterkaitannya dengan peristiwa kematian wartawan dimaksud.
Informasi yang beredar ini merupakan bagian dari penelusuran yang dibagikan di media sosial dan belum seluruhnya terkonfirmasi oleh pihak berwenang.
Masyarakat mendorong adanya transparansi dari aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan praktik ilegal di SPBU Lintang Batang serta memastikan tidak ada fakta yang disembunyikan.
Penelusuran terhadap jejak digital dan rekam jejak kasus ini masih terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas.
Kasus ini menjadi perhatian bersama, bahwa isu BBM subsidi tidak hanya berkaitan dengan distribusi energi, tetapi juga menyangkut keterbukaan informasi dan keberanian dalam menyuarakan fakta.
Sumber: Unggahan Instagram @kucinghitam.kalimantan
Kontak Media:
Postkota Pontianak











