
[POSTKOTA] PONTIANAK – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi ruang tunggu di poliklinik spesialis RSUD dr. Soedarso Pontianak. Video tersebut memunculkan kesan bahwa pelayanan rumah sakit tidak berjalan sebagaimana mestinya. Menanggapi hal ini, pihak rumah sakit memberikan klarifikasi resmi.
Klarifikasi Poin Demi Poin
1. Ketidakhadiran Petugas
Dalam video disebutkan bahwa tidak ada petugas yang melayani. Namun, berdasarkan rekaman CCTV, situasi terjadi pada pukul 07.53 WIB. Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa saat itu petugas sudah berada di ruangan untuk persiapan dan menunggu sistem rekam medis. Pelayanan di meja depan Poliklinik Urologi bahkan telah dimulai pukul 08.22 WIB.
Pasien yang merekam video tersebut merupakan pasien ke-60 dari total 88 pasien, dan mendapatkan pelayanan dokter pada pukul 09.47 WIB, setelah dokter menyelesaikan visitasi pasien rawat inap.
2. Jumlah Loket Pendaftaran
Klaim dalam video bahwa hanya ada satu loket pendaftaran dinyatakan tidak benar. RSUD dr. Soedarso memiliki tiga lantai poliklinik spesialis:
- Lantai 1: Empat loket pendaftaran, tiga anjungan mandiri, dan tiga petugas di konter informasi.
- Lantai 2: Satu loket pendaftaran dan satu anjungan mandiri.
- Gedung Poliklinik Terpadu: Dua loket pendaftaran dan satu anjungan mandiri.
Selain itu, tersedia sistem pendaftaran online untuk mempercepat proses antrean. Hal ini sangat dibutuhkan mengingat jumlah pasien rawat jalan poliklinik spesialis mencapai 700–800 orang per hari.
3. Komitmen Terus Berbenah
Pihak rumah sakit menerima kritik dan saran sebagai masukan untuk terus memperbaiki layanan. RSUD dr. Soedarso memiliki 36 poliklinik spesialis dan subspesialis yang melayani rujukan dari seluruh Kalimantan Barat.
Rumah sakit juga berkomitmen meningkatkan layanan spesialistik dan subspesialis di Kalbar, guna mengurangi rujukan ke rumah sakit di Pulau Jawa, terutama untuk kasus dengan tingkat keparahan level 1 dan 2. Program prioritas seperti KJSU-KIA (kanker, jantung, stroke, uronefro, dan kesehatan ibu-anak) telah berhasil menekan jumlah rujukan ke rumah sakit vertikal di Pulau Jawa.
Respons Cepat dan Saluran Pengaduan
RSUD dr. Soedarso menyediakan berbagai saluran pengaduan, termasuk WhatsApp, Instagram, website resmi, dan layanan petugas pengaduan di lokasi. Setiap pengaduan dijanjikan akan direspons maksimal dalam 24 jam. Bahkan, beberapa pengadu telah diundang langsung untuk diskusi dan klarifikasi.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada layanan yang belum memuaskan. Mereka mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk terus membangun layanan kesehatan yang lebih baik di Kalimantan Barat.
Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat tetap menjadi prioritas utama RSUD dr. Soedarso.
(hen)











