
di titik terendah kesendirian
di perjalanan keikhlasan
di ujung malam yang hampir rampung
kucoba mengurai kegelisahan tanpa mendengar apapun
selain suara hati sendiri yang membelah sunyi
bisiknya, sekarang bukan saatnya lagi bicara siapa yang hebat dan siapa yang kuat
tapi adalah siapa yang mampu bertahan
tatkala kebanggaan tiada berguna lagi
dalam menyusuri sisa lorong yang kian sepi
di batas kenyataan dan mimpi
semua menjadi bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa yang pernah dikuasai ego dan kepongahan dalam kemampuan dan keberadaan
semua menyerah pasrah
tiada saudara tiada anak
tiada isteri tiada suami
tiada ayah tiada ibu
tiada kerabat tiada sahabat
juga tiada pemimpin melindungi
semua sendiri
sendiri di hadapan-Nya nanti
( Depok, mushala nurul imam awal juli 2025 )











