
Sui Nipah, Ahad 1/2/26 (14 Sya’ban 1447 H) — Suasana religius dan kebersamaan begitu terasa di Masjid Baitul Makmur, Sengkong, pada malam Nisfu Sya’ban. Rutinitas tahunan yang digagas pengurus masjid ini kembali digelar dengan penuh khidmat melalui kegiatan ruah massal, sebuah tradisi doa bersama untuk para leluhur sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sepekan sebelum malam Nisfu Sya’ban. Para remaja masjid dengan penuh semangat berkeliling dari rumah ke rumah membagikan amplop kepada warga. Amplop tersebut digunakan untuk menuliskan nama-nama anggota keluarga yang telah meninggal dunia, yang kemudian dikumpulkan sebagai bagian dari rangkaian doa bersama.
Puncak kegiatan berlangsung pada malam Nisfu Sya’ban. Usai salat Magrib, para jamaah mengikuti pembacaan Surah Yasin bersama yang dipimpin oleh Ustadz Agus Tiani. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah. Seusai salat, satu per satu warga datang kembali ke masjid dengan membawa satu nampan atau ceper berisi aneka makanan dari rumah masing-masing. Pemandangan ini menjadi simbol nyata kebersamaan dan gotong royong yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Sengkong.
Ketika seluruh jamaah telah berkumpul, acara dilanjutkan dengan tahlil yang kembali dipimpin oleh Ustadz Agus Tiani. Dalam tahlil tersebut, nama-nama almarhum dan almarhumah yang didoakan dibacakan satu per satu, dengan jumlah mencapai lebih dari 600 nama. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, menjadi bentuk bakti dan cinta kepada mereka yang telah mendahului.
Usai tahlil, suasana masjid berubah menjadi hangat dan penuh keakraban. Warga kemudian menikmati hidangan yang telah dibawa bersama-sama, duduk berbaur tanpa sekat, saling menyapa dan berbincang.

Kegiatan ruah massal ini bukan semata-mata sebagai sarana mendoakan keluarga yang telah wafat, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Tradisi ini pun diharapkan terus lestari sebagai warisan spiritual dan sosial bagi generasi mendatang.
Ersa Ameli Putri











