
KUTETAP MELANGKAH
by Iwan Wientania
kadang hati berderai
laksana kaca
terhempas
terbanting-banting
tersandung-sandung
tersungkur-sungkur
terlempar-lempar
kadang terkapar
namun berusaha tetap tegar
karena hidup bukan untuk selalu pasrah
terlebih pula patah dan menyerah kalah
walau tiada empati
terlebih usapan
mengelus luka di hati
namun, kutetap melangkah
sambil membolak balik catatan yang penuh rintangan
di balik rimbunnya semak khilaf dan salah
meski betapun lelah teramat lelah
sedih terlalu sedih
rindu terlampau rindu
harapan tak pernah memupus cinta
kutetap melangkah menyusuri jalan kepadaMu
( Depok akhir Juli 2025 )











