Tingkatkan Mental Prajurit, Anggota Kodim 1201/Mph Ikuti Penyuluhan Bintal

Mempawah ( PostkotaPontianak ) – Prajurit, PNS serta Persit Kodim 1201/Mph mengikuti penyuluhan Pembinaan Mental Ideologi Kejuangan (Bintalidjuang). Kegiatan ini kata Dandim 1201/Mph Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, antara lain untuk meningkatkan mental prajurit.

Saat memberikan sambutan, Dandim mengatakan, tujuan dari kegiatan ini, agar setiap tindakan dari prajurit, senantiasa dilandasi moral, semangat dan kesadaran yang tinggi, dengan selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“Sehingga, tidak terjadi pelanggaran yang merugikan diri sendiri dan satuan,” kata Dandim di Aula Makodim 1201/Mph, yang beralamat di Jalan Raden Kusno, Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Selasa (8/6/2022).

Ia juga berharap kepada Anggota semoga dapat mengikuti dengan baik, untuk meningkatkan mental prajurit, tidak hanya bidang agama saja, tetapi juga mental ideologi, kejuangan dan psikologi.

 

Baca juga

Forum Komunikasi Wartawan Melawi, Menyambut Gembira Atas Kepedulian PMI

Komsos Babinsa Mempawah Hilir dan Bhabinkamtibmas

Koramil dan Satgas Covid-19 Sungai Kunyit Intensifkan Patroli Prokes

 

Sementara itu, Pabintaldam Xll/ Tpr Mayor Czi Ignatius Agung saputro sebagai pemateri mengatakan, pembinaan mental ini, merupakan usaha tindakan untuk membentuk, memelihara, meningkatkan dan memantapkan kondisi jiwa prajurit berdasarkan pancasila, Sapta Marga dan 8 wajib TNI.

“Semua itu, dilakukan melalui bintal rohani, ideologi dan mental, yang terpantul dalam sikap dan perbuatan seseorang,” ungkapnya, dalam acara yang mengangkat tema, menyatukan kekuatan untuk mewujudkan mental prajurit yang tangguh.

Sebagai seorang istri prajurit juga kata Ignatius, harus merasa bangga dan mendukung ketika suaminya diberi kepercayaan negara, untuk melaksanakan tugas tugasnya. Jadilah persit yang bermental baja dan kokoh.

Igansius juga mengatakan, menurunnya mental dan kesehatan mental prajurit, menjadi penyebab timbulnya berbagai pelanggaran seperti Disersi, THTI, KDRT, asusila, perkelahian dan lainnya. Untuk menghindarinya, kegiatan keagamaan sesuai dengan agama masing-masing perlu dilakukan.

“Serta, menerapkan disiplin prajurit dengan berlandaskan Pancasila, sapta marga, sumpah prajurit dan 8 wajib TNI,” ujarnya.(mph1201)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *