APARAT GAKUM KLH TAK RESPON, KAYU TANGKAPAN DILEPAS KEMBALI :  DIDUGA ADA ORANG KUAT DIBELAKANGNYA

 

KAYU TANGKAPAN DILEPAS
DIDUGA KAYU TANGKAPAN DILEPAS

Pontianak- Adanya penangkapan kayu yang diduga tanpa dokumen sebanyak satu truck dari Ketapang oleh salah satu tim aparat penegak hukum (APH) Pontianak pada Sabtu subuh (30/07/2022).

Diketahui kayu yang sudah ditangkap tersebut diserahkan ke aparat penegak hukum (Gakum) KLH Kementrian Kehutanan RI (SPORC, Red) di jln Trans Kalimantan saat di Kimpirmasi kepada perugas Spocr tak mendapat respon, diduga ada orang kuat dibalik pemilik kayu tersebut.

Dari pantauan awak media dilapangan, sejumlah kayu yang dimuat ke dalam truck tersebut diduga tanpa dokumen tersebut pada saat masuk ke markas Spoch digiring oleh sejumlah aparat.

Truk Kuning tersebut langsung digiring masuk ke halaman kantor Gakum LH Kementrian Kehutanan di jalan Trans Kalimantan, yang dikenal dengan kantor SPORC.

Tak lama mobil Truk yang bermuatan Kayu tersebut mangkal di kantor SPORC ternyata beberapa menit kemudian terlihat masuk sebuah mobil dinas berplat dari salah satu instansi, kemudian masuk lagi sebuah mobil berplat umum.

Kedua pemilik mobil Tersebut masuk kedalam area kantor, SPORC entah apa yang dibicarakan, tidak diketahui karena awak media dilarang masuk untuk meliput.

Wartawan juga dilarang mengambil gambar kayu di halaman kantor SPORC tersebut. “Maaf pak ya, jangan di ambil gambar atau video dulu, tunggu selesai pemeriksaan ya pak”, ujar salah satu aparat yang mengawal kayu tersebut.

Belum beberapa lama, kayu yang bertutup terpal berwarna kuning yang dimuat kedalam truck tersebut tiba tiba dilepas kembali keluar dari halaman kantor Sporc.

Kontan membuat awak media yang menunggu merasa kecewa karena untuk konfirmasi dari aparat yang mengawal kayu dan aparat Sporc tidak bisa untuk Mengkomfirmasikan terhadap penangkapan Sebuah mobil truk yang bermuatan kayu .

Para Rekan- rekan merasa heran ada apa gerangan?.

“Kok Kayu tangkapan yang sudah dimasukan di Markas Spocr bisa di lepas ya, ada apa ya”, tanya salah satu awak media.

Salah satu petugas jaga dikantor Sporc yang ditemui pada saat itu banyak berdalih, karena pada saat dilepasnya truck bermuat kayu tersebut pada hari sabtu pagi kebetulan juga pada hari libur saat petugas lain tidak ada.

Kemudian alasan lain lagi Sporc tidak menerima hasil tangkapan diluar dari instansinya kecuali bila sudah ada koordinasi. Sebelumnya

kemudian alasan lainnya lagi Sporc tidak ada.anggaran.

Jawaban ini sangat membingungkan, sebab disatu sisi penegakan hukum sektor kehutanan sedang digalakan pemerintah, tapi disatu sisi aparat terkait terkesan cuek cuek saja./*
(Tim Liputan )


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *