Bukti Nyata Kepemimpinan Bupati Dadi-Klusein Rumah Betang Adat Dayak, dan Rumah Adat Melayu Kabupaten Melawi Terealisasi Mulai di Bangun

Udin Subari – Melawi

Jum’at, 4 November 2022

=

 

Bupati dan Wakil Bupati Melawi
Bupati dan Wakil Bupati Melawi

MELAWI, KALBAR – postkotapontianak.com :  Pemda Melawi telah melakukan tahapan pertama dalam pembangunan Rumah Betang Adat Dayak yang ada di komplek Kantor Bupati Kabupaten Melawi. Wakil Bupati yang sekaligus Ketua DAD Kabupaten Melawi Drs,Klusein saat di jumpai Awak Media ini di rumah kediamannya menyampaikan, bahwa tahun ini Pemda Melawi memulai pembangunan rumah betang Adat dayak Dan Rumah Dewan Adat Melayu Kabupaten Kalimantan barat

Di sampaikan Klusein bahwa pembangunan rumah betang akan di bangun secara bertahap, Dan tahun ini akan Di anggarkan sekitar 1 M, keseluruhannya Pemda akan menganggarkan bertahap sekitar 7 M, dan itupun tentu akan bertahap sampai selesai, rumah betang tersebut, selain membangun rumah betang pemda melawi juga akan bersama – sama memulai membangun rumah adat melayu.

Klusein juga menyampaikan pemda melawi akan menganggarkan Dana rumah betang dengan total. 7 M, untuk keseluruhan bangunannya.

Pemda Sudah berkomitmem untuk membangun rumah betang tersebut, Karna sudah menjadi kebutuhan masyarakat adat dayak Dari dulu, karna kita tau setiap gawai Dayak dari dulu kita masih numpang d Bangunan fasilitas umum, dan baru terlaksana di pemerntahan sekarang.

Klusein juga mengatakan pembangunan rumah Adat ini ,masih panjang perjalan Dan tidak Bisa sekaligus mengingat Dana APBD kita terbatas tentu pembangunannya bertahap, untuk itu Kita terus mendorog agar pembangunan ini Bisa selesai nantinya, selain itu juga rumah adat melayu yang saat ini akan di bangun supaya bisa di selesaikan beberpa tahun yang akan datang.

Ketua Forum Temenggung Kabupaten Melawi Eton, juga sangat berterima kasih dan mengafresiasi kepada Bupadi dan Wakil Bupati Melawi yang sudah komitmem merealisasikan pembangunan rumah Betang, Karna ini sangat penting bagi kita semua sbagai warga dayak yang ada di Malawi.

Enton juga berharap pihak pemerintah provinsi mau pun pusat dan pihak-pihak lain dapat membantu dalam pembangunan Rumah Adat Dayak dan Rumah Adat Melayu,mengingat anggaran kita memang terbatas”,ucap Enton./*

 

Roni Agustian


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *