
[POST KOTA] Pontianak — Pengamat hukum dan kebijakan publik Dr. Herman Hofi Munawar mengapresiasi sikap Koordinator Lapangan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi secara terbuka atas insiden yang sempat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurut Herman Hofi, langkah tersebut merupakan sikap bijak, bertanggung jawab, dan patut diapresiasi dalam dinamika penyampaian aspirasi masyarakat melalui gerakan sipil.
“Permohonan maaf serta klarifikasi publik merupakan langkah yang bijak dan bertanggung jawab. Ini penting untuk meredam ketegangan sekaligus menjaga agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” ujar Herman Hofi, Sabtu (29/8/2026).
Ia menegaskan, Kalimantan Barat merupakan daerah yang memiliki karakter masyarakat yang sangat plural. Keberagaman suku, budaya, dan agama menjadi kekuatan sosial yang harus dijaga bersama.
Karena itu, menurutnya, setiap kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi perlu mempertimbangkan penggunaan simbol, ungkapan maupun bentuk aksi agar tidak menimbulkan tafsir yang dapat memicu ketersinggungan kelompok tertentu.
Jangan Sampai Substansi Tuntutan Tertutup Kontroversi
Herman Hofi menilai, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat juga harus disertai dengan tanggung jawab terhadap dampak sosial yang mungkin muncul.
Ia mengingatkan agar gerakan masyarakat tidak kehilangan fokus hanya karena metode atau simbol aksi yang kemudian menimbulkan kontroversi.
“Jangan sampai pesan utama mengenai substansi tuntutan masyarakat justru terdistraksi oleh kontroversi metode aksi yang digunakan,” tegasnya.
Menurut Herman Hofi, aksi tersebut pada dasarnya membawa isu mengenai kepentingan para peladang berkaitan dengan wacana pencabutan peraturan daerah. Karena itu, substansi perjuangan tersebut harus tetap ditempatkan sebagai pokok persoalan.
Dalam klarifikasinya, Koordinator Aksi, Endro, juga menegaskan bahwa gerakan tersebut murni bertujuan memperjuangkan hak para peladang dan bukan merupakan gerakan sektarian.
Herman Hofi menilai penegasan tersebut penting untuk meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat.
“Klarifikasi itu sangat penting untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya, sehingga masyarakat tidak terjebak pada persepsi yang keliru,” katanya.
Aktivis Diminta Lebih Selektif dalam Aksi
Lebih lanjut, Herman Hofi mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi aktivis dan organisasi masyarakat sipil di Kalimantan Barat.
Ia mendorong agar setiap aksi massa dirancang dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat Kalbar yang majemuk.
Menurutnya, penyampaian aspirasi yang kuat tidak harus menggunakan simbol atau narasi yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.
“Gerakan sipil harus tetap kritis, tetapi juga harus cerdas membaca situasi sosial. Kritik boleh keras, tuntutan boleh tegas, tetapi jangan sampai menimbulkan persoalan sosial baru,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi, narasi provokatif, maupun konten media sosial yang dapat memperkeruh suasana.
Jangan Terprovokasi Isu SARA
Herman Hofi mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk menyikapi persoalan tersebut secara dewasa dan proporsional.
Menurutnya, klarifikasi dan permohonan maaf yang telah disampaikan seharusnya menjadi momentum untuk menghentikan polemik dan mengembalikan perhatian publik kepada substansi persoalan yang diperjuangkan.
“Masyarakat jangan mudah terprovokasi isu SARA. Kita harus menjaga kerukunan yang selama ini telah terbangun dengan baik,” tegasnya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial.
Kalimantan Barat, kata Herman Hofi, membutuhkan ruang demokrasi yang sehat, terbuka, tetapi tetap mengedepankan penghormatan terhadap keberagaman.
“Ini harus menjadi titik balik bagi kita semua untuk berpikir dan melangkah lebih konstruktif demi mewujudkan Kalimantan Barat yang aman, nyaman dan tetap harmonis,” pungkasnya.











